Nama Aprilia Santini Manganang, spiker tim voli putri Indonesia di SEA Games 2015, sedang ramai dibicarakan setelah kubu lawan mempertanyakan jenis kelaminnya. Ini bukan kejadian pertama untuk April, demikian ia disapa, sehingga sudah siap mental menghadapinya.

Indonesia mengawali langkahnya di cabang olahraga voli putri SEA Games dengan meraih kemenangan 3-0 atas Filipina. Pertandingan itu sendiri lalu memunculkan kontroversi setelah Filipina menggugat jenis kelamin April.

Melihat perawakannya, April yang kelahiran Sulawesi Utara pada 27 April 1992 tersebut memang terlihat sangat macho, apalagi ia juga punya pukulan-pukulan keras di lapangan. Tetapi bukankah ada pula ungkapan jangan menilai sebuah buku dari tampilan luarnya saja?

April, yang sebelum terjun ke voli juga sempat menjajal jadi sprinter di dunia atletik, sendiri mengaku sempat merasa jengah dengan penilaian orang-orang. Menghadapi kecurigaan itu, ia pun tak pernah menolak tes hormon untuk membuktikan.

“Sudah sering sih diragukan sama orang-orang. Bahkan beberapa kali saya harus menjalani tes feminitas. Seperti tahun 2005 saat sprinter, lalu sebelum masuk voli di voli Bandung juga pernah, dan SEA Games Myanmar, sudah banyak banget kali jadi sudah biasa,” ungkap April.

Sebenarnya April mengaku risau juga kalau pertanyaan dan kecurigaan mengenai jenis kelaminnya itu nantinya bisa-bisa berimbas buruk pada kariernya di Voli yang menjadi sumber mata pencaharianya. Apalagi ia merupakan tulang punggung perekonomian keluarga.

“Sempat sih merasa ‘Aduh bagaimana nih, masa aku gak main lagi’. Soalnya olahraga voli merupakan mata pencaharian karena aku ini tulang punggung keluarga,” tuturnya