Perhatikan Jika Membeli Makanan Bayi

Perhatikan Jika Membeli Makanan Bayi

Sebagai orang tua baru, kadang banyak bertanya tentang bagaimana cara merawat bayi, dari mulai bagaimana menangani anak yang sakit, merawat rambut bayi, bagaimana lingkungan bayi yang sehat, yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana asupan makanan bayi. Pemilihan asupan bayi haruslah hati-hati, sebab secara alami situasi sistem percernaan bayi berbeda dengan anak-anak atau orang desasa. Perut bayi relatif kecil dan belum terlalu kuat jika dibandingkan anak-anak atau orang dewasa. Akibatnya makanan sehat untuk bayi berbeda dengan makanan sehat untuk orang dewasa.

Oleh karena itu, orang tua harus pandai-pandai memilih dan memilah komposisi makanan yang aman dan sehat untuk bayi.  Di era teknologi sekarang ini, mendapatkan makanan bayi yang sehat sangatlah mudah, salah satunya dengan cara pembelian online. Caranya masuk ke mesin pencari kemudian tulis beli makanan bayi, maka akan terhampar berbagai website atau situs yang menyediakan jasa itu. Tapi ada hal yang harus dipertimbangkan oleh orang tua terutama faktor fisik dan psikologi bayi, intinya makanan bayi tersebut belum tentu cocok untuk bayinya.

Secara umum, setiap tahapan usia bayi memiliki jenis makanan yang berbeda-beda. Misalnya bayi yang berusia 0 – 6 bulan, makanan bayi haruslah bersifat cair, yaitu ASI atau Air Susu Ibu. Bayi yang berusia 6 – 12 bulan jenis makanannya bersifat lembut dan tidak begitu padat misalnya bubur. Setelah usia bayi lebih dari satu tahun, orang tua leluasa memberikan variasi makanan untuk bayi seperti buah-buahan, sayuran, atau kue bayi. Yang perlu diingat pada saat beli makanan bayi yaitu faktor kebersihan makanan tersebut.

Arti kebersihan ini dapat diartikan luas. Kebersihan ini dapat diartikan kebersihan tempat pada saat beli makanan bayi, bisa juga diartikan kebersihan dalam arti kebersihan dalam penyajian makanan untuk sang bayi, kebersihan dalam memasaknya atau juga kebersihan pada saat pemilihan bahan bakunya. Seperti ikan atau daging yang segar, sayur-sayuran atau buah-buahan anorganik ataupun beras yang bersih. Jika itu dilakukan, insyaallah bayi akan tumbuh dengan baik.

Continue Reading