Begini Cara Pemain Legenda Persib Ungkap Kegalauan
Sebanyak 36 nasi tumpeng dihidangkan dalam rangka ulang tahun Persib Bandung ke-82 oleh 36 klub sepak bola anggota Asosiasi Kota PSSI Kota Bandung pada Rabu, 25 Maret 2015. Acara itu dihadiri segenap pemain legenda Persib era 1990-an, di antaranya Yusuf Bahtiar, Ajat Sudrajat, Djadjang Nurdjaman, dan Encas Tonif.

Komite Eksekutif Asosiasi Kota PSSI Kota Bandung Jajat Sudrajat menyatakan acara itu merupakan bentuk keresahan pemain Persib era 1990-an yang sempat membawa Persib berjaya dengan mengukuhkan gelar juara pertama liga sepak bola Indonesia kala itu.

“Langkah-langkah yang diambil oleh para petinggi Persib saat ini, bagi kami, sangat mengkhawatirkan,” kata Jajat di sela-sela acara ulang tahun Persib.

Alasan kekhawatiran mantan pemain Persib, menurut Jajat, adalah saat ini manajemen skuad Maung Bandung—julukan Persib—tidak memaksimalkan rekrutmen pemain hasil didikan dari persatuan sepak bola yang ada di Kota Bandung.

“Kami berharap Persib lebih mengutamakan pemain binaan yang berasal dari persatuan sepak bola di Bandung, tentunya dipertimbangkan dari segi kualitas,” ujarnya.

Jajat menuturkan tumpeng sebanyak 36 itu merupakan simbol jumlah klub sepak bola yang ada di Kota Bandung. Ada sebanyak 36 klub sepak bola yang senantiasa menyokong Persib Bandung dalam menyalurkan pemain muda.

Pemain legenda Maung Bandung lain, Ajat Sudrajat, juga mengutarakan hal serupa melihat kondisi Persib saat ini. Persib, menurut Ajat, saat ini cenderung melupakan sejarah.

“Persib sekarang ini punya nama besar itu berkat jasa 36 klub. Jadi minimalnya ulang tahun Persib ini jangan mereka saja yang menikmati,” kata Aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here