FC Barcelona menjamu Athletic Bilbao dalam final Piala Raja Spanyol (Copa del Rey) yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (31/5/2015) mulai pk. 02:30 WIB. Pertandingan yang digelar di Stadion Camp Nou, markas Barca, itu akan disiarkan secara langsung oleh MNC TV.

Sejatinya Barca bukan tim yang menjadi tuan rumah dalam pertandingan tersebut. Laga itu seharusnya digelar di tempat netral. Namun, karena Real Madrid menolak stadion miliknya, Santiago Bernabeu, digunakan, maka kesepakatan baru dibuat dan Bilbao menerima final digelar di Camp Nou.

Selintas terlihat aneh Bilbao menerima pertandingan begitu penting dilaksanakan di markas lawan. Namun, dengan pertimbangan finansial, di mana kapasitas Stadion Camp Nou mencapai 100.000 orang, maka dapat dimengerti jika akhirnya Bilbao bersuka cita menerima laga final dimainkan di markas Barca.

Ya, meskipun pertandingan digelar di Camp Nou, dengan status final seharusnya dimainkan di tempat netral, maka pemasukan dari kehadiran penonton bukan sepenuhnya menjadi milik Barca, tapi harus dibagi dua dengan Bilbao. Dengan kapasitas stadion begitu besar, bisa dibayangkan betapa besar pemasukan yang dapat masuk kas Bilbao.

Begitu pula dengan jatah tiket penonton tetap saja Bilbao memperoleh jumlah yang sama dengan Barca, sehingga dukungan penonton akan berimbang.

Hal lain yang menarik ialah terkait dengan pencapaian kedua tim yang merupakan dua tim terbanyak mengoleksi gelar juara Copa del Rey. Barcelona merupakan pengoleksi gelar juara turnamen ini sebanyak 26 kali, sedangkan Bilbao 23 kali.

Sebagai perbandingan, dua tim kuat lainnya Real Madrid ‘hanya’ memenangi trofi turnamen bernama lengkap Campeonato de España – Copa de Su Majestad el Rey ini 9 kali dan Atletico Madrid 10 kali.

Yang juga menarik ialah pertandingan final ini merupakan pertemuan yang menjadikan sepak bola sebagai lambang perlawanan dan separatisme.

Ya, Barca telah lama dikenal sebagai utusan kekuatan Katalunya di sejumlah cabang olahraga, bukan hanya sepak bola, yang menunjukkan perlawanan wilayah tersebut terhadap pemerintahan monarki yang berpusat di Madrid.

Begitu pula dengan Bilbao yang berbasis di Kota Bilbao, ibu kota Basque, wilayah berbahasa Prancis yang secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan dari Pemerintah Spanyol.

Bilbao adalah tim yang menjuarai Copa del Rey ketika pertama kali digelar pada 1903 ketika itu mengalahkan Real Madrid 3-2 di final. Sedangkan Barca baru menjuarai Piala Raja 7 tahun berselang dalam format turnamen tanpa final.

Final Copa del Rey musim ini adalah pertemuan ketiga bagi kedua tim. Dua final sebelumnya dimenangi Barca yakni edisi 2009 di Stadion Mestalla, markas Valencia, dengan skor 4-1 dan edisi 2012 di Stadion Vicente Calderon, markas Atletico Madrid, dengan skor 3-0.

Dengan hasil dua pertandingan tersebut, apa lagi lokasi main di Camp Nou, yang bagaimana pun tetap menguntungkan Barca, maka layak diprediksi skuat asuhan Luis Enrique akan mendapatkan trofi kedua musim ini setelah Divisi Primer La Liga Spanyol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here