Penyerang AS Roma, Gervinho merasa taktik yang diterapkan Juventus membuat timnya nyaris putus asa. Mantan pemain Arsenal itu juga mengatakan, kokohnya barisan pertahanan si Nyonya Tua membuat Roma sulit menerobosnya.

Ironi, di tengah usaha memecah kebuntuan, Serigala Ibu Kota justru harus bermain dengan 10 orang pemain. Pada menit ke-62, wasit Daniele Orsato memberi kartu kuning kedua untuk Vassilis Torosidis.

Akan tetapi, diusirnya Torosidis justru membangkitkan gairah Roma, meski harus tertinggal lebih dulu lewat gol Carlos Tévez. Tendangan bebas pemain asal Argentina itu mampu melewati empat pagar betis dan akhirnya masuk ke gawang Morgan de Sanctis.

Pasukan Rudi Garcia akhirnya menyamakan kedudukan lewat sang gelandang veteran Seydou Kéita di menit ke-78. Kemenangan ini membuat Roma mengemas 49 angka dan terpaut sembilan angka dari Juve yang masih kokoh di puncak.

“Kami baru dapat menemukan ruang menjelang akhir pertandingan, ketika Juventus bermain sedikit renggang. Saat Anda mencoba untuk menyerang, Anda memerlukan ruang,” kata Gervinho kepada Roma TV, seperti dilansir Football-Italia, Selasa (3/3/2015).

Gervinho juga melayangkan pujian untuk pasukan Massimiliano Allegri yang tampil solid. Meski berdasarkan hasil statistik Roma menguasai pertandingan, Juve menciptakan peluang lebih banyak ketimbang sang tuan rumah.

“Juventus merupakan tim yang kuat dan sangat sulit untuk dihadapi. Mereka mengenal kami dengan baik, mengetahui kualitas kami, dan mereka memastikan agar kami tidak dapat memaksimalkan permainan,” sambung pemain asal Pantai Gading itu.

“Juve bermain dengan rapi. Mereka menunggu kami menyerang dan tidak membiarkan ada ruang sedikit pun. Kami membentur tembok yang amat solid di hadapan kami,” tuntasnya.