stimulasi Anak
stimulasi Anak

Kecerdasan anak dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu nature dan nurture. Nature merupakan faktor keturunan dari orang tuanya. Sedangkan nurture berupa nutrisi yang tepat serta srimulasi – stimulasi yang diberikan. Stimulasi anak tersebut bisa berupa musik, ingatan, kegiatan,  permainan, atau bahasa.

Setiap orang tua selalu menginginkan anaknya tumbuh dengan cerdas. Sebenarnya kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga dapat ditingkatkan oleh faktor simulasi. Ada 2 hal yang memperngaruhi kecerdasan anak yaitu nature dan nurture. Nature merupakan faktor keturunan dari orang tuanya. Sedangkan nurture berupa nutrisi yang tepat serta stimulasi – stimulasi yang diberikan. Stimulasi anak tersebut bisa berupa musik, ingatan, kegiatan,  permainan, atau bahasa.

Salah satu stimulasi anak yang bisa diterapkan yaitu stimulasi kinestetik. Srimulasi kinestetik adalah suatu rangsangan gerak yang dilakukan yang kemudian akan di respon si kecil dengan gerakan tubuh pula. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan seorang anak. Adapun stimulasi yang bisa dilakukan pada anak dijelaskan sebagai berikut:

  1. Usia 0 – 1 tahun

Saat janin berusia 3 – 4 bulan,  janin menunjukkan gerak refleks dan dilanjutkan ketika anak lahir. Gerak refleks ini dapat di stimulasi saat bayi mulai berusia 2 -3 bulan. Jika di stimulasi dengan baik, maka bayi dapat menggennggam benda – benda yang berukuran besar. Yang kedua saat usia 3 – 6 bulan memiliki kemampuan merayap dan merangkak. Sang ibu dapat menempatkan bola warna warni di depan bayi yang sedang tengkurap. Hal ini membantu bayi untuk merangkak.

2. Usia 1 – 2 tahun

Seorang anak yang berusia 1 tahun telah terbentuk seluruh kemampuan dan keterampilan kinestetiknya. Oleh sebab itu diperlukan pengembangan dan stimulasi dengan penambahan bentuk, media, tingkat kesulitan, ataupun yang lainnya. Hal yang pertama bisa dilakukan orang tua dalam proses stimulasi anak usia ini dengan sering mengajak si kecil bermain, lompat – lompat, melempar, menangkap bola, berguling – guling, dll. Belajar lempar – tangkap bola membantu meningkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangan, dan juga membantu meningkatkan otot – otot lengan. Selain itu, gerakan – gerakan tersebut membantu anak dalam mengembangkan keterampilan koordinasi motoriknya.