Kisruh Kemenpora-PSSI Bikin Pemain Ini Mantap Gantung Sepatu
Kisruh yang kembali melanda sepakbola Indonesia membuat Leo Saputra kehilangan gairah untuk melanjutkan karirnya di lapangan hijau. Pemain yang sempat memperkuat Persija Jakarta itu menilai disetopnya kompetisi menjadi preseden buruk bagi sepakbola nasional.

Leo merupakan pemain yang sempat memperkuat sejumlah klub di Tanah Air. Terakhir, pemain berusia 34 tahun ini berkostum Persita Tangerang.

Hingga sekarang, Leo mengakui bahwa gaji serta biaya operasi selama membela Persita belum dilunasi. “Mending pensiun aja dah. Pusing, urusannya gaji ditunggak terus,” ujar Leo saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 12 Mei 2015.

Meski demikian, terhentinya kompetisi menurut pria berusia 34 tahun tersebut bukanlah solusi. Sebaliknya, kondisi seperti ini justru akan membuat masa depan para pemain sepakbola di Indonesia semakin tidak menentu.

“Saat kompetisi masih jalan, gaji pemain sering ditunggak. Saya alami ini musim lalu. Malahan pas cedera, biaya operasi saya tidak dibayar. Telepon manajemen klub mau tagih janji, tak diangkat-angkat,” katanya.

“Ini sekarang lagi berhenti, coba pikir saja. Kondisi yang seperti ini yang bikin saya enggan main sepakbola lagi,” beber Leo.

Di musim 2015, Leo memang tak bermain untuk klub mana pun. Selama ini, dia justru sering berlatih bersama tim SIWO DKI Jakarta dan menjadi juru taktik klub sepakbola pelawak serta mantan atlet (FK Man) yang diisi oleh Komeng, Jarwo Kwat, Bedu, Taufik Hidayat, dan lainnya.

Setelah mantap memutuskan pensiun, Leo pun berpikiran untuk banting setir ke dunia komedi. “Sebenarnya belum ada yang pasti sih habis pensiun ke mana. Kalau ada peluang ke sana (dunia lawak) hajar aja dah,” candanya.

Terhentinya kompetisi tidak terlepas dari keputusan Kemenpora yang membekukan PSSI pada 17 April 2015 lalu. Usai pembekuan, surat izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan sulit dikeluarkan.

Kemenpora lalu mengeluarkan opsi. PT Liga Indonesia selaku operator bisa menggelar kompetisi. Syaratnya, mereka mau berada di bawah Tim Transisi.

Kemenpora pun sudah mengeluarkan ultimatum kepada PT Liga. Mereka meminta PT Liga memberikan jawaban terkait kesediaan untuk menjadi operator paling lambat pada 9 Mei 2015. Namun hingga sekarang, belum ada jawaban dari Liga. (one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here