Gelandang muda, Thomas Eisfeld tak menyesal pernah bergabung dengan Arsenal. Pemain berusia 22 tahun itu menjadi salah satu dari sekian pemain muda yang gagal tampil bersinar dengan skuad Meriam London. Sehingga membuat manajemen klub melepasnya ke Fulham di musim 2014.

Eisfeld berlabuh di Emirates Stadium dari klub top Bundesliga, Borussia Dortmund musim 2012. Sayang, selama dua musim berada di London Utara, pemain berdarah Jerman hanya dimainkan di satu pertandingan.

Saat melakoni tur Asia, termasuk ketika Arsenal berkunjung ke Indonesia musim panas 2013, pelatih Arsene Wenger turut membawanya. Sang Profesor bahkan sempat menurunkan Eisfeld di laga kontra Indonesia Dream Team bersama sejumlah pemain muda lainnya, seperti: Gideon Zelalem, Chuks Aneke, dan Kristoffer Olsson.

“Ketika Anda mendapat tawaran dari Arsenal, sebagai pemain muda Anda tentu tidak akan menolaknya. Ini adalah klub yang mendunia dan secara teratur tampil di Liga Champions,” kata Eisfeld, melansir Goal, Selasa (3/3/2015).

“Saya pun langsung menandatangi kontrak yang diajukan. Anda belajar banyak di sini. Level latihan sungguh gila! Ada sejumlah pemain internasional yang berkompetisi untuk satu posisi dan ada begitu banyak pelajaran untuk pemain muda,” sambungnya.

Eisfeld juga menyemparkan diri untuk melayangkan pujian kepada Wenger. Menurutnya, pelatih berpaspor Prancis itu telah menyihir Arsenal menjadi klub yang memainkan sepakbola indah.

“Arsene Wenger telah membentuk klub, ia menekankan keindahan permainan. Wenger sosok yang tenang, tidak banyak bicara. Selama sesi latihan, ia jarang memberi koreksi,” lanjutnya.

“Setelah selesai latihan, ia baru akan berbicara kepada Anda dua atau tiga kalimat. Dan hal itulah yang akan membuat Anda terkenang untuk waktu yang lama. Secara keseluruhan, dia merupakan sosok yang dihormati banyak orang,” tuntas Eisfeld yang kini dipinjamkan ke Vfl Bochum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here