Duel Roma vs Juventus selalu memunculkan banyak cerita. Selalu saja ada insiden di setiap laga yang mempertemukan dua klub ini.Seperti yang terjadi di pertemuan mereka musim ini, Roma menganggap Juventus banyak dibantu wasit usai unggul 3-2 atas Serigala Ibukota tersebut.

Selasa (3/3/2015) dini hari WIB nanti, kedua tim bakal kembali bentrok. Bakal seperti apa duel Roma vs Juventus nanti? Berikut beberapa fakta menarik pun mencuat jelang pertandingan nanti.

Berikut beberapa fakta menarik yang pantas disimak:

1. Head to Head Roma vs Juventus

Roma dan Juventus sudah bertemu sebanyak 161 kali dan Bianconeri lebih unggul lantaran mereka menang sebanyak 77 pertandingan. Namun bila ditarik garis dalam lima pertemuan terakhir, Si Nyonya Tua menang di tiga pertandingan sementara tim tuan rumah membabat sisanya.
2. Produktivitas Gol

Ketika menjamu lawannya di kandang, Giallorossi punya catatan bagus untuk urusan mencetak gol. Mereka punya rata-rata membobol gawang senilai 1,92 per laga sementara Juventus hanya punya 1,58 saja saat tak tampil di depan pendukungnya.

3. Menit Kebobolan

Bermain di Olimpico tak menjadi jaminan kalau Giallorossi bermain habis-habisan. Faktanya rata-rata tim lawan hanya butuh 28 menit untuk memperdaya kiper Morgan de Sanctis. Daya fokus pemain La Vecchia Signora lebih bagus ketimbang lawannya, Juventus biasanya baru kebobolan saat laga berjalan 49 menit.

4. Hubungan yang panas antara AS Roma dan Juventus.

Meski secara sejarah kedua tim bukan merupakan rival langsung untuk urusan peraihan scudetto, duel Juventus vs Roma selalu panas.Cek satu ucapan dari kapten Roma, Francesco Totti pada Oktober tahun lalu. Ketika itu Roma kalah 2-3 saat berlaga di Serie A.

“Pertandingan ini adalah pertandingan yang kami perhatikan tetapi Juventus seharusnya bisa bermain di Liga mereka sendiri. Karena mereka entah menang dibantu (wasit) atau menang kotor mereka selalu menang,” ucap Totti kepada wartawan seperti dilansir Football Italia.

5. Luka Lama dari tahun 1980

Bagi anda penikmat Serie A di era 1980-an,  mungkin anda kenal Maurizio Turone. Dalam edisi Serie A tahun tersebut, Juventus unggul satu poin dari Roma dan laga tinggal menyisakan dua kompetisi.

Di pertandingan itu semuanya berjalan ketat dan banyak sekali pelanggaran yang terjadi bahkan bek Giuseppe Furino diusir wasit pada babak kedua. Memasuki 10 menit pertandingan, sebuah serangan yang dimulai dari Carlo Ancelotti akhirnya menemui kepala Terone dan itu tak bisa diselamatkan kiper Juve kala itu, Dino Zoff. Namun hakim garis menilai pemain yang lahir di tahun 1948 itu berada dalam posisi offside.

Di dua laga sisa, Juventus memborong semua kemenangan sementara Roma memang mengalahkan Pistoiese tapi di partai terakhir ditahan imbang Avellino. Gol Turone ini hinga sekarang masih sering diperbincangkan.

6. Saling tukar pelatih

Meski berstatus sebagai rival keras tetapi Juventus dan Roma toh tak malu untuk bertukar pelatih. Bila ditarik sampai tahun 1980-an total ada tiga pelatih yang sempat melatih kedua tim. Nama pertama adalah Fabio Capello yang sempat melatih lima tahun di Olimpico dan memberi gelar scudetto untuk mereka.

Setelah itu ada Luigi Delneri (2004/2005) dan Claudio Ranieri (2009-2011). Namun berbeda dengan Capello, kedua pelatih itu tak memberikan gelar untuk Roma.

7. Faktor Buffon dan Totti

Gianluigi Buffon dan Francesco Totti tak diragukan lagi merupakan “old guard” bagi kedua kesebelasan. Mereka adalah sahabat ketika berada di luar lapangan.

Buktinya saat Totti merayakan 20 tahun pasca debutnya bersama Roma pada 27 Maret dua tahun lalu, Buffon memberikan pesan yang menyebut kalau Totti adalah figur penting dalam dunia sepak bola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here