anak hiperaktif
Kesehatan

Tips Mengasah Bakat Anak Hiperaktif

Tahukah Anda dengan atlet renang asal Amerika Serikat bernama Michael Phelps? Atlet pemecah rekor dunia ini rupanya didiagnosis menderita ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder ketika kecil. Namun, kondisi ini tidak membuatnya mundur dan malah menjadi atlet terkenal. Inilah bukti bahwa ADHD bukanlah keadaan yang harus ditanggapi dengan rasa sedih. Yuk, simak beberapa aktivitas yang dianjurkan untuk anak hiperaktif agar bakatnya terasah.

Beberapa Aktivitas Menarik untuk Anak Hiperaktif

anak hiperaktif
anak hiperaktif

source: https://www.dancow.co.id/dpc//sites/default/files/2018-09/e9a42bd06b547b33d6cbe0ffb620f84a4361afb8.jpeg

Anak yang didiagnosis menderita ADHD biasanya akan sulit untuk konsentrasi pada satu hal. Hal ini tidak menjadi masalah karena tugas Anda sebagai orangtua adalah mendampingi dan mengarahkan mereka, bukan malah menangisinya. Asal Anda tahu, banyak lho tokoh publik yang juga dikenal sebagai anak hiperaktif. Nah, berikut ini ada beberapa aktivitas menarik yang bisa dipilih anak Anda untuk menunjukkan minat dan bakatnya, yakni :

1.     Olahraga Alam

Aktivitas pertama adalah olahraga alam. Anda bisa menunjukkan kepada anak Anda jenis olahraga yang dekat dengan alam ini, misalnya trekking dan camping. Selain mengajarkan anak untuk mencintai alam dan mengagumi indahnya ciptaan Tuhan, Anda juga bisa menggali apakah anak berminat dengan kegiatan ini. Jika iya, maka selamat. Anda sudah menemukan beragam aktivitas dari Olahraga Alam yang mana bisa menjadi tempat menyalurkan rasa ingin tahu mereka di ruang gerak tanpa batas.

2.     Bermain Musik

Selanjutnya, Anda bisa menunjukkan kepada si kecil yang hiperaktif beragam jenis alat musik yang Anda kuasai. Ajak mereka menemani Anda bermain dan lihatlah apa si kecil tertarik. Jika iya, maka ajak mereka bermain bersama dan perlahan ajari mereka menggunakan alat-alat musik ini. Tentunya, bermain gitar atau drum dapat menyalurkan lebih baik energi si kecil yang hiperaktif dibanding hanya berlarian kesana-kemari.

3.     Melukis

Terakhir, kegiatan melukis sepertinya sangat dianjurkan untuk si kecil yang hiperaktif. Pasalnya, melukis membuat anak lebih fokus, lebih tenang, dan mengharuskan mereka tidak bergerak kesana-kemari. Selain itu, melukis juga dapat mengasah otak anak dan menuangkan beragam ide kreatif mereka yang selama ini hanya dipendam.

Selain membebaskan anak dengan beragam aktivitas menarik tersebut, Anda juga bisa mendukung anak dengan memberi asupan bergizi. Berilah Susu Dancow untuk si kecil dan biarkan berbagai kandungan gizi di dalam susu tersebut membantu tumbuh kembang si bintang hati.

Demikian ulasan mengenai beberapa aktivitas yang dianjurkan untuk anak hiperaktif agar bakatnya terasah. Semoga ulasannya bermanfaat.